Notification

×

Iklan

Iklan

Rencana Penggerebekan Diduga Bocor, Sejumlah Lokasi Mendadak Sepi,Ada Apa

Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T01:55:34Z

 


Pangkep — Dugaan adanya kebocoran informasi kembali mencuat setelah rencana penertiban atau penggerebekan terhadap sejumlah warung kopi dan kafe di wilayah Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Jumat (18/9/2026), disebut telah diketahui lebih dahulu oleh pihak tertentu.


Indikasinya terlihat dari perubahan situasi di sejumlah lokasi yang sebelumnya setiap menjelang senja mulai ramai oleh pengunjung. Namun, ketika beredar informasi akan adanya kegiatan kepolisian, kondisi sejumlah warung kopi dan kafe tersebut justru mendadak sepi.

Sejumlah orang yang biasanya terlihat berkumpul di depan maupun sekitar kafe disebut tidak lagi tampak seperti hari-hari sebelumnya.


Perubahan situasi yang berlangsung hampir bersamaan di sejumlah lokasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah informasi mengenai rencana kegiatan kepolisian memang telah lebih dahulu beredar kepada pihak-pihak tertentu?


Informasi mengenai dugaan kebocoran tersebut sejauh ini masih perlu dibuktikan. Belum terdapat keterangan resmi dari Polres Pangkep maupun Polsek Mandalle yang menyatakan adanya personel atau pihak tertentu yang membocorkan rencana operasi.

Namun, apabila benar terdapat informasi internal mengenai kegiatan penertiban yang sampai lebih dahulu kepada pihak yang menjadi sasaran, kondisi tersebut tentu perlu ditelusuri secara serius melalui mekanisme pengawasan internal kepolisian.


Sebab, kebocoran informasi sebelum kegiatan penegakan hukum berlangsung berpotensi membuat sasaran menghindari lokasi sehingga kegiatan kepolisian tidak dapat berjalan secara maksimal.


Terlebih, Polsek Mandalle diketahui secara rutin melaksanakan patroli pada sejumlah lokasi yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat, termasuk kafe dan warung kopi, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Sejumlah warga yang mengetahui kondisi tersebut mempertanyakan bagaimana informasi mengenai rencana kegiatan kepolisian bisa begitu cepat diketahui oleh orang-orang yang biasanya berada di lokasi.

“Biasanya menjelang sore sudah ramai. Tapi ketika ada kabar akan dilakukan pemeriksaan atau penggerebekan, tiba-tiba sepi,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Keterangan tersebut masih merupakan informasi dari masyarakat dan belum dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi kebocoran informasi dari internal kepolisian.


Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak Polres Pangkep maupun Polsek Mandalle untuk menjelaskan apakah memang terdapat rencana operasi pada waktu dan lokasi tersebut, serta apakah terdapat indikasi informasi kegiatan diketahui lebih dahulu oleh pihak yang menjadi sasaran.



Jika dugaan tersebut terbukti memiliki dasar, pemeriksaan internal dapat menjadi langkah untuk mengetahui dari mana informasi mengenai rencana kegiatan tersebut berasal.

Penelusuran juga penting untuk memastikan apakah perubahan situasi di sejumlah lokasi hanya kebetulan atau memang berkaitan dengan beredarnya informasi mengenai rencana penertiban.


Di sisi lain, setiap tindakan kepolisian tetap harus dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku. Masyarakat juga perlu diberikan informasi yang jelas mengenai kegiatan penertiban agar tidak muncul spekulasi yang dapat merugikan pihak tertentu. 


Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Pangkep maupun Polsek Mandalle mengenai dugaan kebocoran informasi tersebut.


Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk mengenai apakah benar terdapat rencana penggerebekan atau pemeriksaan terhadap sejumlah warung kopi dan kafe di wilayah hukum Polsek Mandalle (tim)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update