MAROS —Ketua DPD Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi) Kabupaten Maros, Bung Talla, menyoroti kinerja petugas keamanan Depo Rel Kereta Api Data, Kelurahan Pallatikang, Kecamatan Maros Baru.
Ketua Perjosi Maros menuturkan, masuknya hewan ternak di dalam area rel kereta api menjadi ancaman serius, dan kinerja pihak keamanan dipertanyakan.
"Masuknya hewan ternak seperti kerbau ke area rel kereta api memang menjadi ancaman serius bagi keselamatan serta operasional kereta api, dan hal ini wajar membuat kinerja sistem keamanan jalur perkeretaapian dipertanyakan masyarakat," ucapnya.
Ketua Perjosi Maros bukan hanya menyoroti soal kinerja keamanan saja, namun ia menyoroti soal kegagalan sistemik dalam menjaga sterilisasi.
"Kasus semacam ini bukan sekadar masalah hewan yang tersesat, melainkan sebuah kegagalan sistemik dalam menjaga sterilisasi Jalur Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) kereta api. Untuk melihatnya secara adil, tanggung jawab keamanan ini sebenarnya," tuturnya.
Menurut Ketua Perjosi, hewan ternak kerbau masuk, dan sejumlah petugas keamanan kereta api terlihat duduk santai.
"Saya lihat ada beberapa petugas keamanan yang hanya duduk santai, pas ditanya bahwa ada kerbau masuk dalam rel kereta api, mereka baru tahu," ujarnya.
Ketua Perjosi Maros meminta agar pihak yang menaungi para keamanan rel kereta api harus diberikan teguran.
"Mesti mereka para petugas keamanan itu diberikan teguran, agar kejadian tersebut tidak terulang dua kali. Mereka ditugaskan di sana bukan untuk santai-santai, tapi untuk menjaga keamanan juga," tegas Ketua Perjosi Maros.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.
(TIM).


