Notification

×

Iklan

Iklan

Orang Tua di Maros Khawatir Anak Tak Tertampung di SD Negeri, Perjosi Minta Dikbud Turun Pantau PPDB

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-29T01:18:58Z


Maros – Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Maros mengaku khawatir anaknya tidak diterima di Sekolah Dasar Negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB tahun ajaran 2026/2027.


Kekhawatiran itu disampaikan kepada Ketua DPD Perserikatan Journalist Siber Indonesia Perjosi Kabupaten Maros, Bung Talla. Menurutnya, beberapa orang tua curhat karena anaknya hanya ingin bersekolah di SD Negeri.


"Ada orang tua yang menyampaikan, anaknya punya keinginan kuat masuk SD Negeri. Jika tidak lolos, orang tua bingung. Anaknya tidak mau ke swasta, bahkan ada yang bilang lebih memilih tidak sekolah," ujar Bung Talla, Senin 29 Juni 2026.


Bung Talla menilai kondisi ini harus jadi perhatian bersama agar tidak ada anak yang putus sekolah karena persoalan PPDB.


Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dikbud Kabupaten Maros segera melakukan pemantauan lapangan terkait pelaksanaan PPDB SD, khususnya terkait daya tampung sekolah negeri.


"Pemerintah daerah harus memastikan semua anak usia SD mendapat akses pendidikan. Jangan sampai ada yang tertinggal karena tidak tertampung di sekolah negeri," tegasnya.


Hingga berita ini diturunkan, media berupaya mengkonfirmasi jumlah daya tampung SD Negeri, jumlah pendaftar, dan skema zonasi PPDB 2026 kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Pihak Dikbud berhak memberikan hak jawab.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update