Pernyataan Walikota Makassar Munafri Arifuddin Picu Reaksi Pers Sulsel, Perjosi Maros: "Buktikan dan Klarifikasi Terbuka"Detik-Infoo.com,Maros – Pernyataan Walikota Makassar Munafri Arifuddin kini kian memantik reaksi dari sejumlah kalangan pers di Sulawesi Selatan. Salah satunya datang dari Ketua DPD Perserikatan Journalist Siber Indonesia Kabupaten Maros.
Ketua DPD Perjosi Maros menilai pernyataan Walikota Makassar adalah pernyataan yang sangat sensitif dan dapat menimbulkan multitafsir terhadap publik.
"Jika ada oknum wartawan yang memang memiliki ID card sampai delapan, tolong buktikan siapa oknum wartawan tersebut. Kemudian, yang dimaksud wartawan abal-abal, itu siapa? Dan oknum wartawan yang mana minta daging sapi? Itu semua harus jelas," tegas Ketua DPD Perjosi Maros, Bung Talla, Kamis 4 Juni 2026.
Bung Talla juga mempertanyakan dasar hukum jika ada aturan yang membatasi kemitraan hanya untuk media "terverifikasi".
"Apakah ada aturan, hanya media yang terverifikasi yang bisa bermitra dengan pemerintah? Jangan hanya satu oknum wartawan yang berbuat, sehingga wartawan yang hari ini masih menjalankan fungsinya masih sesuai kode etik jurnalistik ikut dilibatkan," ujarnya.
Ia mengingatkan posisi pers sebagai mitra, bukan lawan pemerintah.
"Ingat pers adalah mitra pemerintah, bukan musuh pemerintah. Jika Munafri Arifuddin tidak segera memberikan klarifikasi terbuka maka ini sebuah catatan hitam di era kepemimpinannya selaku Walikota Makassar," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi ke Humas Pemkot Makassar dan pihak Walikota Munafri Arifuddin.
(Bag 1).

