detikinfoo.com,Maros – RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros akhirnya buka suara terkait sorotan keluarga pasien korban kecelakaan lalu lintas yang viral beberapa hari lalu. Pihak rumah sakit menegaskan pasien tidak diterlantarkan dan telah sesuai SOP gawat darurat.
Klarifikasi ini disampaikan setelah keluarga pasien Anta mengeluhkan penanganan iparnya, Muh Agus Baharuddin, yang diduga dibiarkan di teras IGD tanpa tindakan medis.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas jaga UGD, RSUD dr. La Palaloi membeberkan kronologi versi rumah sakit.
Waktu dan Kondisi Awal Pasien an. Muh Agus Baharuddin, alamat Lingk. Masembo Bajubodoa Kec. Maros Baru, masuk IGD hari Senin 15 Juni 2026 pukul 05.20 WITA. Riwayat korban kecelakaan lalu lintas dengan kondisi gangguan kesadaran.
Sebelum ke RS La Palaloi, pasien sebelumnya telah dibawa ke RS Tajuddin dan RS Daya Makassar, tetapi ditolak di kedua RS tersebut. Selanjutnya baru dibawa ke RS La Palaloi Maros.
Setelah tiba di UGD, dokter jaga UGD melakukan anamnesa dan pemeriksaan awal di depan pintu masuk UGD. Dari hasil pemeriksaan awal, dokter jaga menyarankan agar pasien segera dibawa ke RS di Makassar. Alasannya, kondisi korban sebaiknya mendapat penanganan dokter spesialis bedah saraf agar trauma kepala segera ditangani. Sementara di RS La Palaloi tidak ada dokter ahli bedah saraf.
Pada saat bersamaan, perawat IGD yang menangani Bapak Agus harus menangani beberapa pasien lain di IGD, terutama pasien anak yang sedang kejang.
Melihat kondisi dan situasi tersebut, ketua tim jaga UGD menyampaikan ke dokter dan menyepakati agar pasien segera mendapatkan penanganan menyeluruh. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang, dokter penanggung jawab pasien dari dokter bedah umum menginstruksikan rujukan ke dokter bedah saraf untuk penanganan lebih lanjut, tetapi keluarga pasien menolak. Sampai saat ini pasien masih dirawat di RSUD dr. La Palaloi dengan sarana dan SDM yang tersedia.
"Kami menegaskan bahwa pasien tidak diterlantarkan. RS La Palaloi tetap berusaha memberikan pelayanan kegawat daruratan sesuai kemampuan dan fasilitas yang tersedia serta mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama," tegas pihak RSUD.
RSUD juga memahami kekhawatiran keluarga saat kejadian. "Untuk itu kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan agar penanganan pasien gawat darurat lebih optimal," lanjut klarifikasi. (Tim).


