Notification

×

Iklan

Iklan

KOTI Mahatidana Sulsel Berganti Kepemimpinan, Rizal Bahri Komandan Periode 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T04:31:29Z

 


MAKASSAR — Komando Inti Mahatidana (KOTI) Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan digelar di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (29/8/2026).


Ratusan anggota KOTI Mahatidana mengikuti prosesi pelantikan yang dipimpin Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel, St Diza Rasyid Ali. Kegiatan tersebut mengusung slogan “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang.”


Sejumlah unsur organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasat Binmas Polrestabes Makassar, Kiwal Garuda Hitam, Pandawa Pattingalloang, The Legend Kiwal Garuda Hitam, Elit (Elang Timur Indonesia), serta jajaran MPC Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan.


Dalam struktur kepengurusan baru, Rizal Bahri, S.H., M.H. dipercaya sebagai Komandan KOTI Mahatidana MPW Pemuda Pancasila Sulsel. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Andi Akbar Sukri Putra, S.H., sementara Dedy Hermawan menjabat Wakil Komandan.


Usai dilantik, Rizal menegaskan KOTI Mahatidana bukan sekadar pasukan seremonial. Menurutnya, KOTI merupakan wadah berhimpunnya kader terbaik Pemuda Pancasila yang harus mampu menunjukkan loyalitas, soliditas dan pengabdian kepada organisasi serta masyarakat.


“Sesuatu yang berat akan ringan. Yang sulit akan mudah. Jarak yang jauh akan dekat bila ada kemauan KOTI se-Sulsel,” ujar Rizal.


Rizal juga menekankan pentingnya perubahan paradigma kader melalui konsep tiga O, yakni Omong, Otak dan Otot.


“Sekarang kita anut tiga O. Omong, Otak, dan terakhir Otot,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel, St Diza Rasyid Ali, meminta kepengurusan baru membawa perubahan positif dan meninggalkan stigma lama yang mengidentikkan organisasi dengan premanisme.


“Tidak zaman sekarang kita menghantam sana, pukul sini, tendang sana. Tidak zaman,” tegas Diza.


Diza mendorong kader untuk memperkuat kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di bidang olahraga, sosial dan ekonomi. Salah satu program yang didorong adalah pengembangan koperasi ayam petelur sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi kader.


Ia juga mengingatkan kader agar menyampaikan kritik terhadap pemerintah secara cerdas dan konstruktif, dengan memahami persoalan serta menawarkan solusi.


“Jangan turun protes kalau tidak tahu masalah. Jangan turun protes kalau tidak ada solusi,” ujarnya.


Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi bagi kepengurusan KOTI Mahatidana MPW Pemuda Pancasila Sulsel periode 2026–2031. Di bawah kepemimpinan Rizal Bahri, KOTI diharapkan semakin solid, disiplin dan mampu menjalankan program organisasi secara bertanggung jawab.


Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menjaga marwah organisasi serta memperkuat kontribusi Pemuda Pancasila bagi masyarakat Sulawesi Selatan. (*)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update