Notification

×

Iklan

Iklan

Lencana Melati Jadi Penghormatan, Muetazim Mansyur Tegaskan Pramuka Maros Harus Tetap Relevan di Era Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T09:41:25Z

 


MAROS — Momentum Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Maros, Muetazim Mansyur, menerima penghargaan Lencana Melati, sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusinya dalam mendukung kemajuan Gerakan Pramuka.


Penghargaan tersebut diterima Muetazim dalam rangkaian peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka yang digelar di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Jumat (14/8/2026).


Lencana Melati merupakan salah satu tanda penghargaan bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka yang dinilai memiliki jasa dan kontribusi besar terhadap perkembangan kepramukaan.



Bagi Muetazim, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus memperkuat peran Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda.



“Semoga di hari jadi yang ke-65 ini Gerakan Pramuka tetap semakin berkarya dan terus melakukan pembentukan karakter jiwa anak muda yang mandiri, cinta tanah air dan bangsa,” ujar Muetazim.



Wakil Bupati Maros itu menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi penting dalam membangun karakter anak muda. Nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, gotong royong dan kecintaan terhadap bangsa dinilai tetap relevan meski zaman terus berubah.


Saat ini, jumlah anggota Pramuka di Kabupaten Maros tercatat sekitar 7.000 orang, yang terdiri dari berbagai golongan, mulai dari siaga, penggalang, penegak hingga pembina.


“Yang terdaftar sekitar 7.000-an, mulai dari siaga, penegak, penggalang dan pembina,” kata Muetazim saat dihubungi Tribun Timur, Jumat (14/8/2026).


Menurutnya, jumlah anggota Pramuka di Maros justru cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Salah satu faktor utamanya adalah kuatnya basis kepramukaan di lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.


“Kalau anggota tidak bisa dipastikan berkurang, justru bertambah karena anggota terbesarnya dari sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA,” jelasnya.


Bukan Sekadar Seremonial

Muetazim berharap peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, semangat peringatan harus diwujudkan melalui penerapan nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.


Ia menyebut kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong hingga kecintaan terhadap bangsa dan negara merupakan nilai yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda.


Dalam rangka memperingati Hari Pramuka sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Maros juga menggelar kemah bakti.


“Kemah bakti dilaksanakan di 14 kecamatan diikuti anggota dari seluruh tingkatan,” ungkapnya.


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital, Muetazim memastikan Pramuka tetap memiliki tempat bagi generasi muda.


Ia bahkan mengibaratkan Pramuka seperti pohon kelapa yang mampu tumbuh di berbagai kondisi dan zaman.


“Saya kira tidak ada tantangan, karena Pramuka ibarat kelapa, dapat tumbuh di mana saja dan di era apa pun tetap eksis,” katanya.


Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki sistem pendidikan dan pedoman pengajaran yang telah baku. Sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, keberhasilan pembinaan juga bergantung pada keseriusan peserta didik dalam mengikutinya.


“Karena dia ekstrakurikuler, mau tidak mau pasti ikut, tinggal siswanya saja mau serius atau tidak. Pedoman pengajarannya sudah baku,” ujarnya.


58 Pramuka Maros Ikuti Jamnas XII

Peringatan Hari Pramuka tahun ini semakin istimewa bagi Kwarcab Maros karena bertepatan dengan pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.


Sebanyak 58 anggota Pramuka asal Kabupaten Maros diutus mengikuti Jamnas XII yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.


Kontingen tersebut terdiri dari siswa tingkat SMP yang merupakan hasil seleksi dari 14 kecamatan di Kabupaten Maros. Selain peserta, tujuh orang pendamping juga turut mendampingi kontingen selama mengikuti kegiatan lima tahunan tersebut.


“Ini yang membuat tahun ini istimewa karena bersamaan dengan Jamnas XII,” tutur Muetazim.


Antusiasme Siswa dan Orang Tua Tinggi

Semangat kepramukaan juga terlihat dari tingginya antusiasme peserta didik di sejumlah sekolah.


Salah seorang guru pembina Pramuka di SD Mamampang mengatakan sebanyak 21 siswa mengikuti kegiatan perkemahan selama lima hari sejak Kamis (13/8/2026).


Menurutnya, antusiasme tidak hanya datang dari para siswa, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari orang tua.


“Antusiasmenya jangan diragukan, belum ada tanda-tanda perkemahan saja, mereka sudah bersiap bahkan mama dan bapaknya juga ikut berkemah,” ujarnya.


Selama perkemahan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, mulai dari seni, olahraga hingga kegiatan keagamaan.


Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para anggota Pramuka untuk mengasah kreativitas, membangun kekompakan, meningkatkan kedisiplinan sekaligus menumbuhkan keberanian.


Dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 7.000 orang, Kwarcab Maros optimistis Gerakan Pramuka akan terus menjadi salah satu wadah penting dalam pembentukan karakter generasi muda.


Sementara bagi Muetazim Mansyur, Lencana Melati yang diterimanya menjadi penghargaan sekaligus amanah untuk terus mendorong Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros agar semakin aktif, berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update